Selasa, 30 Juni 2015

Daftar Sampah Rumah Tangga yang Bisa Diubah Menjadi Kompos


Bahan untuk membuat kompos sebenarnya bertebaran di banyak tempat, baik di dalam maupun di luar rumah. Sayangnya, sebagian orang mengabaikan bahan-bahan tersebut atau membuangnya begitu saja. Kebanyakan di antara kita sudah paham bahwa daun-daunan merupakan bahan yang bisa dikomposkan. Padahal tidak cuma itu, hampir semua limbah organik bisa disulap menjadi kompos untuk menyuburkan tanah.

Perhatikan di sekitar Anda ketika sedang memasak, membersihkan halaman, makan, atau sedang beraktivitas apa pun. Sebagai panduan, daftar berikut ini akan memberi Anda ide tentang apa saja yang bisa Anda jadikan campuran untuk membuat kompos. Daripada benda-benda ini tercampakkan, membusuk di udara terbuka, dan menimbulkan pencemaran udara, alangkah baiknya Anda memanfaatkannya sebagai bahan kompos.

Sampah dari kamar tidur

  1. Kain-kain berbahan katun, termasuk seprai dan sarung bantal tua, pakaian yang tidak dipakai lagi, taplak meja lusuh, dll. Pastikan bahannya 100% katun. Bilas kain-kain tersebut untuk menghilangkan sisa-sisa deterjen, pewangi cucian, pelembut kain, pengharum kain, dan kandungan kapur barus yang terserap serat-serat kain selama disimpan.
  2. Pakaian berbahan wol murni, termasuk mantel usang, kardigan belel, syal, dll. Karena umumnya hanya bisa dicuci kering (dry clean), pakaian berbahan wol perlu dicuci basah terlebih dulu untuk meluruhkan bahan-bahan kimia yang dipakai dalam proses cuci kering. Gunakan hanya sedikit deterjen lalu bilas berulang kali.
  3. Rambut rontok
Sampah dari dapur, lemari es, dan meja makan

    KompostingKomposting
  1. Nasi basi
  2. Roti basi
  3. Pasta matang
  4. Buah busuk
  5. Sisa-sisa sayuran
  6. Keju berjamur
  7. Kulit kacang
  8. Yogurt basi
  9. Sereal basi
  10. Kerupuk melempem
  11. Ampas bubuk kopi
  12. Ampas teh (termasuk teh celup)
  13. Ampas parutan kelapa
  14. Kue basi
  15. Tongkol jagung
  16. Bumbu mentah
  17. Jus basi
  18. Minuman anggur basi
  19. Es krim yang meleleh
  20. Agar-agar
  21. Biskuit melempem
  22. Tusuk gigi bekas
  23. Piring kertas bekas 
  24. Remah-remah makanan
  25. Selai
  26. Tusuk sate bekas
  27. Tisu makan bekas
KompostingSampah dari kamar mandi

  1. Tisu wajah bekas pakai
  2. Tisu basah yang mudah lapuk (biodegradable)
  3. Potongan kuku
  4. Kapas bekas yang telah dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa produk perawatan kulit atau obat
Sampah di halaman, taman, dan pekarangan
Komposting
  1. Patahan ranting-ranting pohon
  2. Kulit jagung
  3. Potongan rumput
  4. Abu api unggun atau sisa-sisa arang
  5. Bunga potong
  6. Tanaman mati
  7. Dedaunan rontok
  8. Kotoran hewan
Sampah lain

    Komposting
  1. Balon berbahan 100% lateks
  2. Karangan bunga
  3. Batang korek api
  4. Kardus yang disobek-sobek
  5. Bulu hewan yang telah rontok
  6. Bahan kulit mentah hasil penyamakan
  7. Karet gelang
  8. Kertas: koran, majalah, surat, tas belanja, dll
  9. Tali tampar berbahan rami
  10. Sandal jepit karet
  11. Ban dalam bekas
Komposting
Sebagian benda-benda tersebut lebih cepat lapuk daripada yang lain. Proses pelapukan benda-benda yang lebih tebal biasanya memerlukan waktu lebih banyak, jadi lebih baik dikubur langsung di dalam tanah daripada dimasukkan ke dalam tong pengompos. 

Pisahkan bahan-bahan plastik dan logam yang menempel, misalnya pada sandal jepit karet, ban dalam, pakaian, dll. Bahan-bahan yang besar sebaiknya dipotong kecil-kecil atau dicacah sebelum ditimbun.

Contributed by: Ady Nugroho

Berita Terkait:
  1. Bisakah Pakaian Bekas Dikomposkan?
  2. Cara Gampang Bikin Kompos
  3. Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga

Minggu, 28 Juni 2015

'Self Watering Planter' Menggunakan Botol Kemasan Air Minum Bekas


Berdasar pada pengalaman menanam sayuran dengan menggunakan polybag di Kantor Sekretariat Bank Sampah Melati Bersih dengan hasil yang kurang memuaskan, terutama disebabkan terlambat melakukan penyiraman sehingga tanaman menjadi kekeringan. 

Maka untuk menyiasati kendala tersebut di atas, kali ini mencoba menanam dengan menggunakan 'Self Watering Planter' yang terbuat dari botol kemasan air minum bekas ukuran 1 liter. Semoga saja bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Self Watering Planter

Self Watering Planter


Photo Kegiatan Bank Sampah Melati Bersih Assyairiyah Pondok Aren Tangerang Selatan


27 Juni 2015

Penimbangan Sampah

Penimbangan Sampah

Penimbangan Sampah

Penimbangan Sampah

Penimbangan Sampah

Penimbangan Sampah

Penimbangan Sampah
Timbangan Baru
Bantuan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP)
Kota Tangerang Selatan
Penimbangan Sampah
Jauh-jauh dari Sudimara ikut berpartisipasi nabung sampah
Berita Terkait:

Kunjungan Tamu dari Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


26 Juni 2015

Kantor Sekretariat Bank Sampah Melati Bersih menerima kunjungan dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang ingin sharing dan diskusi, sehubungan niat mereka mendirikan bank sampah pada saat pelaksanaan KKN di bulan Agustus 2015 nanti.

Kunjungan Tamu

Kunjungan Tamu


Kunjungan Tamu dari Warga Parung Panjang Kabupaten Bogor


25 juni 2015

Kantor Sekretariat Bank Sampah Melati Bersih menerima kunjungan dari warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, yang ingin mengetahui informasi mengenai tata cara serta mekanisme pendirian dan pengelolaan bank sampah.

Kunjungan Tamu


Kunjungan Tamu dari Warga Pondok Pucung Pondok Aren Tangerang Selatan


22 Juni 2015

Kantor Sekretariat Bank Sampah Melati Bersih menerima kunjungan dari warga Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang ingin mengetahui informasi tata cara serta mekanisme  pendirian dan pengelolaan bank sampah.

Kunjungan Tamu

Berita Terkait:
  1. Kunjungan Tamu dari Komunitas OI (Orang Indonesia) Tangerang Selatan
  2. Kunjungan Tamu dari Majalah Reader's Digest Indonesia

Kunjungan Tamu dari Mahasiswa STIKOM ITKP dan IISIP Jakarta


16 Juni 2015

Kantor Sekretariat Bank Sampah Melati Bersih menerima kunjungan dari mahasiswa STIKOM ITKP dan IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta yang ingin mengenal lebih jauh mengenai kegiatan Bank Sampah Melati Bersih.

Kunjungan Tamu


Plakat Penghargaan dari Mahasiswa PKL Universitas Muhammadiyah Jakarta


15 Juni 2015

Yayasan Bunga Melati Indonesia cq. Community Development Bank Sampah Melati Bersih menerima Plakat Penghargaan dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Jurusan Perbankan Syariah, sehubungan dengan berakhirnya masa Praktek Kerja Lapangan (PKL)/Magang yang telah mereka laksanakan selama kurang lebih 2 bulan. 

Magang Mahasiswa

Berita Terkait:
  1. PKL Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusa Bimbingan dan Penyuluhan Islam
  2. Cinderamata dari Mahasiswa PKL UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 

Selasa, 16 Juni 2015